Tag Archives: pakar kesehatan

Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD

Selamat datang di situs kesehatan terpercaya, XAMthone Indonesia. Berikut kami akan menyajikan informasi tentang manfaat dari keajaiban pengobatan tradisional indonesia menutur Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD. Sima pernyataannya berikut ini !

Pendapat Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD

dr. Arijanto Jonosewojo, SpPDPakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD (57) semula ketat menerapkan pengobatan medis konvensional barat sesuai hasil pendidikan profesi kedokterannya. Belakangan, Arijanto berdamai dengan pengobatan tradisional, setelah pasiennya sembuh ketika beralih ke pengobatan tradisional.

”Itu terjadi pada periode 1993-1997 ketika saya bertugas sebagai Kepala Hematologi Onkologi Rumah Sakit TNI AL dr Ramelan di Surabaya,” kata Arijanto, ketika ditemui beberapa waktu lalu di Surabaya, Jawa Timur.

Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD sekarang memimpin Poliklinik Obat Tradisional Indonesia (POTI) di Rumah Sakit Umum Dr Soetomo, Surabaya, yang berdiri pada 19 Oktober 1999. Ia juga memimpin Program Studi Pengobatan Tradisional pada Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, yang berdiri pada tahun 2005.

Ia menceritakan, pasiennya waktu itu adalah seorang ibu dengan kanker payudara stadium lanjut. Sel-sel kankernya bermetastasis (menyebar) hingga ke tulang dada. Arijanto sempat membatin, secara teori kedokteran barat, kecil kemungkinan pasien itu bertahan. Ia menyarankan kemoterapi, tetapi pasien itu menolak.

”Para dokter lain juga angkat tangan. Kami hanya menerapkan terapi paliatif. Ibu itu tidak datang sampai saya ketemu lagi satu tahun kemudian,” kata Arijanto.

Terapi paliatif merupakan perawatan untuk meringankan penderitaan pasien. Tujuannya, agar penderita menjalani hari-hari terakhirnya dalam keadaan tenang.

”Saya bertemu pasien itu dalam keadaan sehat,” kata Arijanto. Ia lalu menanyakan, apakah obat yang ia resepkan masih diminum? Arijanto terkesima ketika pasien itu menjawab, tidak.

Pasien itu menuturkan, beralih ke pengobatan tradisional dengan mengonsumsi obat-obatan herbal hingga ia sehat kembali. Wah sungguh luar biasa.

Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD Kekayaan Nusantara

Indonesia kaya dengan obat herbal yang diwariskan nenek moyang. Menurut Arijanto, sejumlah tanaman obat yang diklaim masyarakat bisa mengobati penyakit, ternyata 95 persen terbukti. Persoalannya adalah pada ketiadaan standar.

Hal terpenting dalam pengobatan tradisional, menurut Arijanto, sama seperti pada pengobatan modern, yaitu diagnosis yang tepat. Untuk mendapatkan diagnosis tepat, masih menggunakan laboratorium modern.

Peran dokter kemudian menakar dosis yang tepat. Bisa saja tidak dalam sekali observasi bisa tepat dosis. Namun, Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD menekankan, pengobatan tradisional bukan untuk coba-coba. Hal itu dilakukan secara serius.

Penggabungan antara pengobatan tradisional dan pengobatan modern menjadi tujuan Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD saat ini. Ia mengajak para kolega untuk mendukungnya.

Sebagai contoh, untuk menangani penderita batu ginjal. Observasi membutuhkan laboratorium modern. Pengobatan tradisional dengan konsumsi obat-obat herbal bisa dilakukan jika batu ginjal tidak lebih dari satu sentimeter, tidak ada penyumbatan, dan kadar kaliumnya tidak tinggi. Jika di luar itu tetap menggunakan pengobatan modern.

Batu ginjal yang meluruh atau berhasil dioperasi kemudian dianalisis. Bila pembentukannya akibat kelebihan asam urat, penderita dianjurkan menghindari vitamin C supaya tidak berulang. Bila batu ginjal dari kalsium oksalat yang bersifat basa, penderita bisa leluasa mengonsumsi makanan yang bersifat asam.

Demikian juga dengan belimbing. Buah ini bagus untuk menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Tetapi, jika ginjal penderita hipertensi lemah, belimbing justru akan memperparah.

Pegagan diketahui sebagai tanaman obat yang efektif menurunkan tekanan darah. Penderita hipertensi usia lanjut tepat mengonsumsinya, karena berdampak menurunkan tekanan darah lebih lambat dibandingkan obat kimia modern.

Tuan di Negeri Sendiri Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD

Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD mengupayakan pemanfaatan obat herbal menjadi tuan di negeri sendiri. Ia mempersiapkannya melalui jalur pendidikan.

Selaku Ketua Program Studi Pengobatan Tradisional di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Arijanto menggandeng Beijing University of Traditional Medicine. Kerja sama itu setidaknya untuk mendapatkan pendalaman materi pengobatan tradisional China. ”Dari China ingin diraih pengetahuan pengobatan tradisional akupuntur. Tetapi, diupayakan obat herbalnya bukan dari China, melainkan dari Indonesia,” kata Arijanto.

Program Studi Pengobatan Tradisional mengenalkan tiga penjurusan keahlian, yaitu bidang jamu atau obat herbal, akupunktur, dan pijat. Implementasinya disalurkan antara lain di POTI, yang juga sering disebut Poliklinik Komplementer Alternatif.

Beberapa jenis penyakit menjadi fokus poliklinik ini. Menurut Arijanto, semula ditetapkan sembilan jenis penyakit, meliputi darah tinggi, diabetes, hiperkolesterol, hepatitis, asam urat, asma, batu ginjal, reumatik, dan terapi kanker paliatif. Sekarang jenis penyakit bertambah untuk penyembuhan batu empedu, keputihan, dan obesitas (kegemukan).

Obat herbal Indonesia, menurut Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD, belum menjadi tuan di negeri sendiri. Meskipun bahan baku berlimpah.

Ia mencontohkan, pasien membeli obat herbal dari Malaysia untuk pengobatan diabetes seharga Rp 400.000. Padahal, bahan utamanya biji mahoni yang banyak terdapat di Indonesia.

Inovasi obat herbal melalui riset masih menjadi tantangan besar. Sambiloto, lanjut Arijanto, bagus dikonsumsi penderita diabetes dalam bentuk simplisia (bahan yang terdiri atas akar, batang, dan daun) daripada diubah menjadi kapsul. ”Ekstraksi kerap mengurangi khasiat obat herbal,” paparnya.

Nah itulah informasi yang dapat kami sjaikan untuk Anda, keajaiban dari pengobatan tradisional merupakan hal yang harus di kembangkan menurut Pakar Kesehatan Dr. Arijanto Jonosewojo, SpPD. Indonesia negara yang kaya akan hasil alam terutama tanaman herbal yang menjadi bahan utama pengobatan herbal harus terus berkembang.

Pendapat Dr. Dra. Berna Elya, Khasiat Manggis

Komoditas penting yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan adalah manggis yang popular sebagai queen of fruits. Pendapat Dr. Dra. Berna Elya, Apt., M.Si Khasiat Manggis. Periset jurusan Farmasi Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa manggis sebagai antioksidan.

Pendapat Dr. Dra. Berna Elya, Khasiat Manggis

Pendapat  Dr. DPendapat Dr. Dra. Berna Elya, Khasiat Manggisra. Berna ElyaBerna Elya lahir pada 7 Mei 1964 dari pasangan Edmund dan Nonia, tidak pernah membayangkan menjadi seorang dosen farmasi Universitas Indonesia, mengajar di bidang farmakognosi-fitokimia, sistematik Tumbuhan, dan Anatomi Fisiologi Tumbuhan. (Sumber: staff.ui.ac.id/berna.elya)

Khasiat manggis yang memiki kandungan super antioksidan. Menurut dr. Paulus Wahyudi Halim, dokter sekaligus herbalis di Tangerang, Banten, antioksidan ‘menangkap’ radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat.

Disebut radikal bebas lantaran atom atau kelompok atom itu memang dalam keadaan bebas alias tidak terikat dengan gugus lain. Radikal bebas mempunyai elektron yang tak berpasangan. Jika diibaratkan radikal bebas mirip orang jahat, belum berpasangan, tangan tak terikat sehingga usil mengambil gambar orang.

Faktanya radikal bebas memang menangkap molekul hydrogen, asam lemak, logam berat yang pada akhirnya memicu beragamnya penyakit degeneratif. Antioksidan itu bagai orang baik yang menangkap si jahat tadi setelah melepas molekul. Pada kulit manggis, ‘orang baik hati’ itu bernama XANTHONE. Kadarnya mencapai 123.97 mg per 100 ml.

Turunan antioksidan itu antara lain 3-isomangostin, alphamangostin, gammamangostin dan garcinone A. Nama Garcinone A mudah ditebak, nama dari genus pohon asal Kalimantan itu, Garcinia mangostana. Itu mengabadikan nama ahli botani dari Perancis Laurent Garcin. Khasiat XANTHONE bukan sekedar antioksidan, tetapi juga antikanker seperti hasil riset Moongkarndi.

Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol itu menguji XANTHONE dalam riset praklinis dengan SKBR3 alias kultur sel kanker payudara manusia. Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang kuat untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apoptosis atau mendukung penghancuran sel kanker.

Chi Kuan Ho dari Veterans General Hospital dari Taipei mengungkapkan bahwa turunan XANTHONE mujarab mengatasi sel HCCs hepatocellular carcinomas atau kanker hati. Turunan XANTHONE itu adalah Garcinone E. Kami menyarankan bahwa Garcinone E mungkin berpotensi untuk digunakan dalam perawatan beberapa tipe kanker yang berhubungan dengan pencernaan dan paru-paru.

Mancanegara Khasiat lain XANTHONE sebagai antibakteri dan antivirus sebagaimana hasil riset Matsumoto. Dalam uji invitro, periset Gifu International Institute of Biotechnology itu membuktikan XANTHONE tokcer mengatasi Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab tuberculosis (TB). Dalam hal jumlah pengidap TBC, saat ini di Indonesia peringkat ke-3 setelah Cina dan India.

Padahal obat anti TBC berserakan di negeri ini. Keperkasaan XANTHONE juga melibas human immunodeficiency virus penyebab anjloknya kekebalan tubuh. Senyawa itu menghambat replikasi. Faedah lain manggis adalah anti jerawat. Itu gara-gara Chomnawang, periset Fakultas Farmasi Universitas Mahidol, membuktikan manggis bersifat antibakteri.

Dalam riset itu ekstrak kulit manggis menghambat perkembangan bakteri Propionibacterium acnes and Staphylococcus epidermidis. Remaja perempuan mungkin paling membenci kedua makhluk liliput itu. Gara-gara bakteri mungil itu, pipi mereka bertabur jerawat. Chomnawang mengukur efek antikroba dengan 2 cara, disc diffusion dan broth dilution.

Yang disebut pertama berarti mengukur efek antikroba dengan 2 cara, disc diffusion dan broth dilution. Yang disebut pertama berarti mengukur efek melawan bakteri yang tumbuh di dalam kultur dengan media agar metode broth dilution, dengan media kaldu. Hasilnya ekstrak paling kuat menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat.

Kulit buah anggota famili Cluciaceae itu mengungguli ketepeng senna alata, kirinyu Eupatorium odoratum, dan landik Barleria lupulina. Begitu lebar tabir manggis yang tersingkap. Sayang, di tanah leluhurnya sang eksotis berjuluk ratu buah itu, belum banyak dimanfaatkan. Mungkin sebaliknya di mancanegara.

Selama ini negara-negara maju seperti Uni Emirat Arab, Hongkong dan Belanda mengimpor manggis asal Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat volume ekspor Indonesia pada 2004 lebih dari 3 ribu ton dari total produksi 62.117 ton. Setahun kemudian volume ekspor melambung 8.472 ton, produksi 64.711 ton.

Boleh jadi tak cuma daging buah kaya vitamin C-66 mg-yang mereka nikmati, tetapi juga kulit nan multikhasiat. Antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung koroner, mengatasi HIV, cuma sebagian kecil dari khasiat kulit yang selama ini menghiasi tong sampah. Tabir yang menyelimuti jack dan queen tersingkap. Di rimba raya sana terdapat banyak komoditas yang masih menjadi misteri, dan manggis adalah sebuah misteri alam untuk kebaikan manusia.

Wah ternyata manggis memiliki manfaat yang sangat luar bisa bagi kesehatan manusia, terbukti sudah banyak hasil riset dan manfaat yang ditemukan pada ekstrak kulit manggis. Mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit degeneratif, kanker dan bahkan membantu penderita HIV/AIDS mendapatkan hidup yang lebih panjang. Demikian informasi yang dapat kami sajikan untuk Anda, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih