Tag Archives: penyebab kanker payudara

7 Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara adalah jenis penyakit yang saat ini masih menjadi pemegang peringkat tertinggi penyebab kematian. Penyakit kanker lebih sering terjadi pada wanita akan tetapi laki-laki pun harus tetap mewaspadai akan terserangnya penyakit kanker.

7 Faktor Risiko Kanker PayudaraMenurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara, Berikut kami sajikan informasi tentang faktor risiko akan terserangnya penyakit kanker payudara.

7 Faktor Risiko Penyebab Kanker Payudara

Berikut tujuh faktor yang dapat menyebabkan risiko terkenanya penyakit kanker payudara pada wanita, silahkan baca artikel secara lengkap dan kenali secepat mungkin

Faktor Reoroduksi

Pada faktor ini berkaitan dengan karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.

Faktor Hormonal

Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.

Adanya Penyakit Fibrokistik

Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.

Mengidap Obesitas

Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.

Konsumsi Lemak Berlebih

Peningkatan Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Hal ini dibuktikan melalui hasil penelitian Willet dan rekan rekannya. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.

Akibat Radiasi

Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.

Riwayat Keluarga danĀ  Genetik

Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Risiko terbesar usia 75 tahun.

Nah itulah 7 Faktor penyebab dari risiko penyakit kanker payudara, pengetahuan tentang kanker harus kita pahami agar pencegahan dan pengobatan sejak dini dapat dilakukan. Pengobatan sejak dini dilakukan agar proses penyembuhan kanker dapat disembuhkan secara total.

Bagi Anda yang saat ini mengalami masalah penyakit kanker, segeralah melakukan tindakan pemeriksaan pada dokter terdekat pilihlah cara pengobatan yang tepat dan aman bagi kesehatan. Berikut kami rekomendasikan cara mengobati penyakit kanker dengan mengkonsumsi obat herbal dari ekstrak kulit buah manggis, sudah terbukti ampuh dan aman bagi kesehatan. XAMthone plus adalah produk herbal yang sudah banyak disarankan oleh para dokter dan pakar kesehatan sebagai obat herbal penyakit kanker payudara.

Mengenali Kanker Payudara Wanita

Selamat datang di situs kesehatan XAMthone Indonesia, Kali ini admin akan menyajikan informasi tentang cara mengenali kanker payudara wanita. Sehingga penanganan cepat dilakukan dan penyakit dapat disembuhkan secara cepat dan tuntas.

Mengenali Kanker Payudara WanitaPengertian Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.

Mengenali Kanker Payudara Wanita

Kanker Payudara adalah keadaan dimana sel-sel pada jaringan payudara mengalami kondisi tidak normal dan bahkan dapat mengalami keganasan tidak terkendali, bisa berasal dari komponen kelenjar (epitel saluran maupun lobulusnya) maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan lemak, pembuluh darah dan jaringan saraf payudara.

Saat ini, kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua akibat kanker pada wanita, setelah kanker leher rahim dan jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita. Para peneliti meyakini bahwa keadaan sosioekonomi, perubahan gaya hidup serta perubahan pola menstruasi, ternyata berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya kanker payudara.

Setiap risiko kanker payudara pada wanita dapat mempunya kemungkinan yang lebih tinggi atau rendah, hal ini tergantung pada beberapa faktor yang meliputi riwayat keluarga, genetik, usia saat menstruasi pertama dan faktor-faktor lainnya.

Ketika wanita mudah terkena kanker payudara dalam usia yang masih muda, maka hal ini ada kecendrungan perkembangan kanker tersebut lebih agresif dibandingakan wanita dengan usia yang lebih tua.

Gejala Kanker Payudara Wanita

  1. Benjolan pada payudara, Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.
  2. Erosi atau eksema puting susu, Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah.

Faktor Penyebab Kanker Payudara Wanita

Menurut para ahli, penyebab kanker payudara secara spesifik masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara wanita diantaranya:

  • Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.
  • Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.
  • Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
  • Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.
  • Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.
  • Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
  • Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun. (Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara)

Nah itulah informasi tentang cara mengenal kanker payudara wanita, dengan mengetahui dan memahami gejala atau tanda dari masalah kesehatan penyakit kanker payudara wanita, maka secepat mungkin penyakit kanker payudara wanita ini mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan melakukan penanganan atau pengobatan sejak dini diharapkan penyakit kanker payudara cepat disembuhkan secara total, tentunya tidak membahayakan organ tubuh lainya.